Ternyata,didalam Bank sudah ada beberapa pria bertopeng. Ya,ternyata sedang ada perampokan didalam Bank itu.Lima orang berpakaian hitam-hitam dan bertopeng menodongkan senjata yang dibawanya kepada para nasabah yang menunduk.
Di tengah ruangan sudah terkumpul beberapa kantong yang berisikan uang dalam jumlah banyak.Dua orang perampok berada di pintu loby bagian dalam menunggu cemas.Sedangkan dua orang lagi menodongkan senjata ke arah para sandera.Satu orang masih sibuk berdebat lewat telepon dan sepertinya menginginkan sesuatu yang harus dipenuhi dan dilaksanakan dengan segera.
Diluar,sudah banyak polisi berkumpul mengepung.Masing-masing menunggu dengan cemas apa yang akan terjadi.Di belakang mobil polisi ada seorang polisi yang sedang menerima telepon dari sang perampok yang tadi sedang berdebat di dalam Bank.
“Halo! Saya bicara dengan siapa ini?” Kata polisi membuka pembicaraan.
“Anda sedang berbicara dengan pemimpin dari operasi perampokan ini bapak polisi yang baik.” Perampok itu menjawab dengan tenang.
“Baguslah,bagaimana keadaan orang-orang didalam sana?” Tanya poilisi lagi dengan nada panik.
“Ooooohhhhh…Tenang saja pak polisi mereka baik-baik saja,bagaimana dengan anda sendiri,apakah sudah siap mendengarkan permintaan dari kami?” Tanya perampok itu pada polisi yang menjadi lawan bicaranya.
“Baiklah,katakan.” Kata polisi itu lagi.Dan perampok itupun menawarkan beberapa permintaan,”Mudah saja pak polisi,kami hanya meminta anda segera mengirimkan helikopter dan membiarkan kami pergi dari sini.”
Mendengar permintaan yang seperti itu polisi itupun mengernyitkan dahi tanda sedang berpikir.Dan tidak berapa lama polisi itupun mulai berbicara lagi,”Baiklah,kami akan berikan helikopternya dalam 60 menit,dan begitu helikopternya datang maka anda harus melepaskan semua sandera,bagaimana?”
Lalu perampok itupun menjawab,”No problem! Tapi ingat 60 menit saja,lebih dari itu semua sandera akan kami bunuh!” Katanya mengancam.
Kapten Surya adalah polisi yang ternyata baru bernegosiasi itu memerintahkan anak buahnya untuk menyiapkan helikopter. Sedangkan ia memerintahkan kepada anak buahnya yang lain supaya memanggil sersan Toni dan sersan Widhy.
Tidak lama berselang kedua orang yang tadi diperintahkan untuk menghadap datang dengan terburu-buru.Sersan Widhy yang lebih dulu datang langsung memberi hormat kepada kapten Surya diikuti oleh sersan Toni.Dan kapten Surya pun menjelaskan keadaan yang terjadi didalam sana dan memberikan beberapa instruksi.
“Sekarang tugas kalian adalah menyelamatkan para sandera dalam keadaan selamat,apakah kalian siap?” Kapten Surya bertanya pada bawahannya itu.
“Kalau cuma itu yang diperintahkan kami sanggup,tapi bagaimana dengan perampoknya?”Toni bertanya. Lalu Widhy menambahkan,”Apa kompensasi kami setelah menyelesaikan tugas ini?”
“Baiklah,jika mereka mengetahui keberadaan kalian dan membahayakan sandera semua terserah kalian.Dan jika kalian berhasil kalian akan mendapat kenaikan gaji,dan mendapatkan medali sebagai agen intel terbaik.” Kata kapten Surya menjelaskan.
Mendengar itu semua Toni dan Widhy saling bertatapan dan tersenyum.Lalu Toni pun berkata,”Baiklah,kami akan melaksanakan tugas ini dengan hati-hati dan kalau boleh bertanya,berapa waktu yang kami miliki?”
“45 menit! Tidak lebih.”
“Oke!”
“Pergilah dan hati-hati.”
Toni dan Widhy langsung pergi kebelakang Bank untuk melakukan aksinya menyelamatkan sandera.Mereka berjalan dengan berhati-hati dan memegang senjata masing-masing.
Setelah berada didalam mereka mulai mengendap-endap untuk memasuki loby.Setelah berada hampir didekat ruang loby mereka berdua menghitung jumlah sandera dan menghitung jumlah para perampok juga.
Beberapa saat kemudian Widhy bertanya pada Toni apakah akan langsung menyergap atau dengan perlahan-lahan melumpuhkan para perampok tersebut,”Ton,sekarang bagaimana kita sergap langsung atau kita lumpuhkan secara perlahan-lahan?” Lalu Toni menjawab,”Sebaiknya kita langsung menyergap mereka,tetapi bagaimana dengan para sandera?” Lalu mereka menunggu sebentar apa yang akan terjadi nanti.
Beberapa saat menunggu akhirnya ada salah seorang perampok yang meninggalkan loby menuju tempat mereka bersembunyi. Toni berbisik kepada Widhy,”Sepertinya orang ini akan pergi ke toilet,nanti kita lumpuhkan dia di toilet,ayo!”
Dan benar saja,salah seorang perampok itu pergi menuju ke toilet,Toni dengan perlahan tapi pasti membuntuti perampok itu dari belakang sedangkan Widhy berjaga di pintu loby.Tidak lama berselang perampok itupun masuk kedalam toilet,dan sebelum sampai menyentuh pintu toilet,Toni yang sudah memasang kuda-kuda langsung menyerang dan terjadilah baku hantam antara Toni dengan perampok itu.
Setelah mengalami pertarungan yang hebat akhirnya Toni dapat memenangkan pertarungan itu.Perampok itu terkapar tak berdaya,meregang nyawa……Toni kembali lagi ke pintu loby.
“Ffhhuuuuuhhh,cape’ juga ternyata.”
“Ssssssssssttttttt…..Jangan ribut ntar ketahuan loe!?”
“Wid,mendingan sekarang kita sergap mereka aja langsung,waktu kita tinggal 20 menit lagi gimana ?”
“Hmmmmm….Oke,tapi hati-hati sandera jangan sampe jadi korban.”
Dan dengan membawa senapan mereka mulai menyergap,dimulai dari Toni,”Jangan bergerak!!!!” Seru Toni,dan Widhy pun menambahkan”Sekarang angkat tangan kalian dan jangan coba-coba untuk melawan!”
Melihat ada orang lain masuk para perampok itupun tidak tinggal diam,salah satu dari mereka yang berdiri di pintu keluar dengan cepat menodongkan senjata kearah Widhy dan Toni.Mengetahui hal itu mereka berdua pun segera mengarahkan senapannya kearah perampok itu,lalu,”bang…bang…bang…”tiga kali letusan terdengar dari senapan Widhy disertai jerit ketakutan para sandera.Perampok lainnya yang juga mencoba mengarahkan senjatanya dengan cepat ditembak oleh Toni. Kini tinggal dua orang lagi yang salah satunya adalah pemimpin dari perampok itu,tetapi mereka tidak berani mengangkat senjata dan hanya bisa terdiam melihat rekannya ditembak dengan cepat.
“Sekarang,jatuhkan senjata kalian dan berbalik ke tembok!” gertak Widhy,sedangkan Toni mulai berjalan menuju para sandera lalu menenangkan para sandera,”Semuanya tenang,kami dari kepolisian,sekarang saya minta anda semua satu persatu meninggalkan ruangan ini lewat pintu belakang!”
Dan disaat para sandera berjalan lewat pintu belakang,tiba-tiba saja pemimpin perampok itu mengeluarkan senapan dari balik bajunya dan mengarahkannya ke arah Toni,namun Widhy yang melihat hal itu langsung menembak tepat di kepala sang pemimpin,sejenak para sandera berteriak histeris namun yang terjadi dengan si perampok berbeda,dia harus menemui ajalnya lebih cepat.
Satu dari perampok yang masih tersisa dan masih mengenakan topeng hanya bisa terpaku melihat kejadian itu,Widhy mencoba mendekat kepadanya dan menyuruh si perampok untuk segera membuka topengnya.Dan betapa terkejutnya Widhy ketika ternyata perampok yang satu ini adalah seorang wanita berparas cantik.Karena tidak ingin berlama-lama ada ditempat itu Widhy menyuruh si perampok wanita untuk keluar.
Akhirnya,semua sandera dapat keluar dengan selamat dan dengan cepat pula polisi mengevakuasinya.Sedangkan sebagian polisi lainnya langsung masuk ke dalam bank.Widhy dan Toni berjalan keluar sambil memegangi si perampok wanita sebelum akhirnya wanita itu diserahkan kepada salah satu polisi.
Surya yang menunggu dengan cemas akhirnya bisa tersenyum dengan lebar melihat anak buahnya keluar dengan selamat.
“Bagaimana,apa kalian baik-baik saja?”Tanya Surya kepada Widhy dan Toni.
“Seperti yang anda lihat.”Jawab Widhy singkat lalu Toni menambahkan,”Setelah mengalami hal yang tidak terduga sekarang kami inginkan bagian yang telah dijanjikan,apa anda masih ingat pak Surya?”
“Oooooohhhhh….Tentu,tentu aku ingat.Jadi kapan kalian ingin mengambil bagian kalian?”
“Mulai besok bagian kami harus sudah ada di rekening kami,oke!?”kata Toni.
“Oke…! Dan setelah dari sini kalian akan kemana?”
“Sepertinya kami akan cuti satu minggu,bagaimana Ton?”Widhy bertanya pada Toni.
“No,problem!”
Dan sore itu menjadi sore yang sangat ramai di kota Windu sebagaimana ramai dan serunya pertempuran dua intel polisi yang berhasil menggagalkan perampokan……
Belum Ada Tanggapan
Belum ada komentar.


















































